Kesaktian Wali songo antara fiksi dan fakta

Posted: January 12, 2011 in Uncategorized

Cerita tentang kehebatan para wali itu sudah banyak dikenal, bahkan begitu terkenalnya mitos-mitos itu sampai mengaburkan perjuangan dakwah para wali yang sesungguhnya. Dalam benak kita yang ada adalah, para wali itu orang yang sakti mondroguna, ora tedas tapak paluning pande, bisa menghilang, bisa berjalan di atas air, bisa membangun masjid dalam semalam, mampu membangun masjid megah hanya dari tatal (potongan kayu) dan segala macam mitos kesaktian.

Mitos itu menempatkan para wali sebagai mahluk yang amat mulia, bahkan dengan sanjungan kemuliaan yang berlebihan, melebihi pejuang Islam angkatan sebelumnya. Kehebatan dan kesaktian para wali begitu diagungkan sehingga banyak yang melupakan esensi perjuangannya. Cerita-cerita tentang kehebatan para wali justru menghilangkan ajaran pemurnian Tauhid yang mereka dakwahkan. Padahal dakwah para wali itu begitu hebat untuk menyelamatkan akidah umat dari kesesatan dan kemusyrikan.

Kita harus melihat bahwa pada jaman Rasulollah, para Sahabat maupun para Tabiin tidak pernah diceritakan menggunakan kesaktian. Rasulullah saja ketika perang Uhud diceritakan sampai terluka, gigi seri beliau patah serta topi perang beliau juga hancur. Fatimah putri Rasulullah saw. lalu membersihkan darah beliau sementara Ali bin Abu Thalib menuangkan air ke atas luka dengan menggunakan perisai. Dari cuplikan kejadian diatas saja kita dapat melihat bahwa pada jaman tsb para mujahid Islam menggunakan baju besi dan perisai sebagai alat untuk melindungi tubuhnya. Sedangkan pada jaman wali songo diceritakan bahwa para wali kebal thd senjata apapun. Tapi mengapa para pejuang Islam pada saat itu sampai dapat menghancurkan 2 kekaisaran yg kuat yaitu Byzantium dan Persia padahal mereka tidak dilengkapi dengan kesaktian yg hebat?? Itu karena mereka dilengkapi dgn Iman yg kuat thd Allah, Usaha yg sungguh2, dan pantang putus asa dalam menghadapi berbagai masalah..

Kata wali begitu sakral, begitu terhormat dan tidak semua orang bisa menjadi wali. Periode wali seakan sudah selesai setelah mangkatnya Wali songo. Padahal, yang namanya Waliullah itu tidak terbatas kepada para mujahid yang menyebarkan Islam di tanah Jawa saja. Waliullah adalah orang yang dicintai Allah, dilindungi Allah, karena ketaatan, iman dan taqwanya. Jadi, wali bukan predikat yang kaplingnya hanya dimiliki oleh orang dengan kasta tertentu. Siapa saja bisa jadi wali, menjadi orang yang dicintai dan dilindungi Allah.

Para wali Allah adalah orang yang tidak punya rasa takut dan khawatir menghadapi kehidupan dunia. Mereka selalu optimis menjalani kehidupan, karena sudah tahu ada yang menanggung hidupnya. Istiqamah menjadi pegangan hidupnya dalam menjalankan ibadah. Tidak cukup hanya ibadah wajib yang jadi menu hariannya, ibadah sunnah pun tak pernah ditinggalkannya. Orang-orang yang melengkapi ibadah wajibnya dengan ibadah sunnah akan mendapat tempat termulai di Jannatul Firdaus, jannah yang paling tinggi.

Punteeeen n maap saya menulis ini hanya ingin mengeluarkan unek2 saya, karena pada jaman sekarang agama Islam dianggap agama yg penuh tahayul, padahal jika kita melihat kehidupan pada jaman Rasulullah betapa Islam itu adalah agama indah yg melarang kepada tahayul. Tahayul sangat dekat sekali dengan Syirik…dosa yang paling besar..

Dari berbagai sumber……………………………Ries……….

About these ads
Comments
  1. anwar says:

    bukankah untuk menyebarkan agama Islam wali diberi kelebihan oleh Allah ? Kondisi saat itu masyarakat jawa sedang mengagumi kesaktian seseorang
    Andai sekarang ada wali mungkin akan diberi kelebihan dari Allah berupa harta yang melimpah, krn masyarakat sedang mengagumi harta

  2. lennalenni says:

    berarti sayah wali dunk….kan sayah dicintai dan dijamin dilindungi ALLAH..amiin…punten ah …apan ucapan teh doa nya…leres??/

  3. sendang walikat says:

    mf klo anda ga tau ilmu nya mending ga usah komentar kesaktian.memperhatikan kelebihan para wali hrs dg kejernihan hati jng pakai asumsi pribadi yg di dasari nafsu g bkl nyambung.wass

    • ariesbtm16 says:

      Assalamu ”alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

      cerita rakyat tentang wali songo dengan sosok sakti mandra guna adalah salah satu bentuk ghazwul-fikri yang menusuk jantung umat Islam. Disadari atau tidak, sosok para ulama penyebar agama Islam itu tiba-tiba menjadi tokol dagelan, kalau tidak mau dikatakan tokoh perdukunan.

      Sama sekali tidak ada sanad yang shahih tentang tokoh para penyebar Islam di nusantara ini, kalau dikatakan bahwa mereka adalah para tokoh ilmu ghaib. hanya berangkat dari cerita rakyat yang sama sekali tidak didasarkan pada penelitian ilmiah

      Di antara para ahli sejarah Islam di Indonesia, kita mengenal salah satunya adalah pak Uka Tjandra Sasmita. Beliau telah banyak melakukan penelitian tentang sosok para wali songo ini. Salah satunya
      bahkan pernah dibuat filmkan layar lebar dengan judul Fatahillah.

      Di dalam film itu kita mendapatkan penjelasan yang tegas dari sejarah bahwa para wali itu ternyata bukan sosok manusia sakti mandra guna. Sebailknya, mereka justrutokoh ulama yang mengajarkan ilmu syariah serta sekaligusnya juga menjadipemimpin beberapawilayah negeri.

      Kata wali bukan diartikan waliyullah, melainkan maknanya sama dengan wali kota.Konon karena jumlah wilayahnya ada sembilan, maka ada sembilan wali, yang masing-masing bertanggung-jawab terhadap wilayahnya.

      Pusat kesultanannya ada di Demak. Sistem hukumnya adalah syariat Islam. Bahkan mereka sudah sampai pada penerapan hukum hudud. Mereka punya mahkamah syar”iyah, tempat untuk mengadili orang-orang yang melanggar syariah.

      Di dalam hukum hudud, kita mengenal ada beberapa jenis hukuman yang telah ditetapkan Allah. Misalnya, memotong tangan pencuri, merajam pezina, mendera pemabuk, termasuk menghukum mati orang yang murtad.

      Dikisahkan bahwa suatu ketika ada orang yang murtad dari agama Islam, bahkan dia menyebarkan paham yang sangat menghina Allah. Maka para wali ini mengadilinya serta mencari keterangan lebih dalam secara langsung. Akhirnya disimpulkan bahwa orang ini telah sesat dan dan proses penyesatan yang dilakukannya harus secepatnya dihentikan. Maka kepadanya diberi tenggat waktu untuk kembali kepada ajaran Islam yang benar. Bila tidak, maka dia diancam hukuman mati.

      Itu adalah salah satu fungsi dan peran dari para wali songo, karena mereka adalah penanggung jawab agama sekaligus pemerintahan. Tentunya mereka adalah juga sosok para ulama yang menguasai ilmu syariah, serta sangat jauh dari ilmu-ilmu ghaib yang tidak jelas itu.

      Kalau hari ini sosok para wali dan pemimpin umat itu sedemikan minor, tentu ini adalah kecelakaan sejarah. Dan bangsa kita adalah bangsa yang paling bodoh terhadap sejarahnya sendiri. Bahkan paling tidak peduli.

      Sementara cerita rakyat yang fiktif dan bohong itu tetap merajalela, tidak seorang pun dari putera-puteri Islam yang mengkhususkan diri untuk menekuni bidang penulisan ulang sejarah umat Islam di negerinya sendiri.

      Kewajiban kita sekarang ini adalah bagaimana melahirkan para ilmuwan dan sejarawan yang profesional di bidangnya, serta mampu melahirkan karya-karya ilmiyah, untuk mengembalikan citra para ulama dan pemimpin Islam di masa lampau. Agar jangan menjadi tokoh dunia persilatan yang kelabu dan sangat menghinakan.

  4. sensatria says:

    yup..yup numpang komentar ??? wali songo penyebar agama islam di pulau jawa dengan cara berdakwah dan mengadakan pengajian2 dll,..memang sosok wali itu mempunyai kesaktian tetapi kesaktiannya bukan untuk dijadikan alat tameng belaka,,.sama halnya seperti nabi, mukjizatnya tidak digunakan begitu saja kalau tanpa se izin allah,,

  5. rifqi says:

    Apakah anda semua percaya nabi di anugrahi mukjizat oleh Allah swt yang salah satu fungsinya adalah untuk membuktikan kenabian mereka, apakah mustahil Allah memberikan KAROMAH kepada para wali untuk membuktikan ke WALIAN mereka supaya orang2 percaya bahwa mereka itu wali. Karna tidak semua orang akan bisa menerima kebenaran melalui penalaran dan akal sehat saja, pada masa itu amat banyak orang2 yang begitu mengagungkan kesaktian, maka Allah menganugrahkan KAROMAH kepada para wali agar banyak pengikut. Sama seperti nabi MUSA AS dalam kisah tongkat ularnya, yang pada masa itu oarang2 benar2 tergila2 dg sihir, maka Allah menganugrahkan mukjizat kepada nabi musa yang jauh melebihi kemampuan penyihir hebat pada masa itu. Kejadian luar biasa yg ada pada diri wali itu bukan kesaktian, melainkan KAROMAH.. Sama seperti mikjizat yg d anugerahkan kepada para nabi dan Rasul. Jadi saya harap anda semua dapat membedakan kesaktian dengan KAROMAH. Wassalam

    • rifqi says:

      Karomah adalah kejadian luar biasa di luar nalar yang terjadi pada diri WALI disebabkan pemahaman dan ketaatan beliau kepada Allah. Tidak akan mendapat karomah sebelum orang tsb makrifat atau mengenal Allah, dan orang2 yang makrifat selain nabi dan rasul itu dinamakan wali.. Istilah wali muncul pada saat nabi muhammad saw wafat, karena telah d terangkan bahwa beliau adalah nabi terakhir, dan tidak ada lg nabi setelah beliau.. Namun begitu, ilmu rasulullah tidak akan lenyap, karena penerus2 beliau yang tetap teguh meneruskan perjuangan beliau, nah orang2 tsb d beri gelar WALI. Perbedaan kesaktian dan karomah adalah, karomah itu adalah sebuah titik dimana seorang hamba benar2 dekat dg Allah, benar2 faham akan Allah sehinggal Allah pun merasa ridha terhadapnya, maka Allah melimpahkan cahaya keberkahan(karomah)agar menjadi pelajaran untuk kita.. Dan jua untuk melindungi para kekasih Allah itu dari segala rintangan dunia. Sama seperti mukjizat pada diri nabi. Kalau kesaktian, siapapun bisa menjadi sakti, tidak harus makrifat, dan biasanya kalau kesaktian ini memiliki pantangan2 yang jika pantangan ini d langgar, maka lunturlah kesaktiannya, juga harus dg mantra2 tertentu sebelum mengeluarkan kesaktiannya.. Kesaktian amat berbeda dg karomah yang tidak memiliki pantangan, penghalang, ajian, dll. Karomah bisa muncul kapanpun dan di manapun sesuai kehendak si pemilik karomah ini. Kenapa? Karena Allah ridho thd beliau, sehingga seluruh alam pun rido thd kejadian luar biasa tsb. Mudah2an bermanfaat. Wassalam

  6. NINCE says:

    yes hancurkan,mistik dan takayul,,,,,bakar praktek perdukunan

  7. ariesbtm16 says:

    yup… karomah itu memang benar,,, yang saya tulis dalam artikel ini saya hanya ingin mengingatkan kita semua termasuk saya sendiri,, bahwa kita harus lebih fokus ke ajaran dan syiar Islamna,, bukan kepada kesaktian dari pada wali maupun yg lainnya,, karena kalo melihat dari sejarah,, bangsa kita lebih banyak tertarik kepada hal2 mistisnya daripada ajaran Islamnya itu sendiri,,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s